Panglima Tertinggi Angkatan Bersenjata AS Kirim 2.100 Prajurit ke Indonesia Usai China Mencaplok Natuna Utara

Screenshot_2023-09-03-22-40-43-18_40deb401b9ffe8e1df2f1cc5ba480b12

Jakarta – China mulai menegakkan lagi klaim Nine Dash Line nya ke Natuna Utara milik Indonesia.

Pada Senin pekan ini, China mengumumkan peta baru nasional 2023 nya yang memasukkan Natuna Utara sebagai wilayah kedaulatan Beijing, bukan Indonesia.

Indonesia sudah sedari dulu menolak klaim Nine Dash Line China di Natuna Utara.

Sampai gembar gembor Indonesia menolaknya hingga mengajukan surat keberatan ke PBB soal ulah China ini.

Tapi memang lawak, anggota DK PBB salah satunya China.

Yang ada surat keberatan Indonesia ditanggapi diplomatis saja oleh PBB.

Harusnya Indonesia mengirim surat ke Washington soal hal ini.

Pasti AS akan menjawabnya dengan tindakan nyata, misal melayarkan atau latihan gabungan dengan militer Indonesia di Natuna Utara.

Menyoal latihan militer, sudah seharusnya Indonesia mengeber uji tempur di Natuna Utara.

Di sana Indonesia harus terang-terangan menunjukkan eksistensi militernya dengan berbagai latihan tembakan nyata.

Tembak saja ke arah utara kalau bisa sampai menyerempet perairan internasional dimana garis imajiner Nine Dash Line itu berada.

Tak ada cara lain, karena lini diplomasi tak didengarkan China.

Malahan China tetap ingin mencaplok Natuna Utara tanpa peduli Indonesia terima atau tidak.

“Tiongkok telah merilis peta wilayahnya yang diperbarui pada tanggal 28 Agustus 2023, yang mencakup sengketa klaimnya atas perbatasan barat dengan India, Laut Cina Selatan, dan Taiwan.

Peta standar edisi 2023 dipasang di situs web layanan kartografi yang diselenggarakan oleh Kementerian Sumber Daya Alam Republik Rakyat Tiongkok,” jelas Modern Diplomacy.

Memang China seakan mengasah masalah jadi lebih runcing lagi dengan peta klaim terbarunya ini.

Supaya negara terdampak klaim ingat betul apa yang dilakukan China.

“Ciri khas lain dari peta ini adalah adanya sepuluh garis putus-putus di sekitar Laut Cina Selatan (sembilan garis putus-putus) dan seluruh pulau Taiwan (garis putus-putus kesepuluh), yang juga mencakup beberapa pulau kecil dan pulau-pulau kecil yang diklaim oleh negara-negara seperti Vietnam, Filipina, Brunei, Malaysia dan Indonesia,” ungkapnya.

AS yang mengetahui klaim ini jelas tak tinggal diam.

Masalahnya Taiwan dan Asia Tenggara ada sekutu dekat mereka.

AS mana takut dengan klaim China, mereka bahkan terang-terangan melayarkan armada perang di selat Taiwan.

Tujuannya satu, memberi pesan bahwa klaim China sama sekali tak berarti baginya.

“Selat Taiwan telah menjadi arena persaingan geopolitik yang penting antara Tiongkok dan Amerika Serikat, khususnya dalam dua hingga tiga dekade terakhir.

Kedua negara sering melakukan latihan angkatan laut di wilayah tersebut, yang berkontribusi terhadap peningkatan tingkat persepsi ancaman dan meningkatnya rasa tidak aman di kedua sisi,” ungkapnya.

Selain di Taiwan, AS juga memperkuat kerja sama militer dengan Indonesia.

Hal ini ditujukkan dalam latihan Super Garuda Shield 2023 yang sudah kick off pada 31 Agustus 2023.

Editor: Beryl Santoso

Sumber: Modern Diplomacy, Kedutaan Besar AS di Indonesia

ZonaJakarta

Bagikan: